SHARE

Ilustrasi - Tenaga kEsehatan khusus COVID-19 (istimewa)

Penentuan PPKM

Ketua Tim Pakar Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan cakupan vaksinasi masuk dalam penentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level.

Hal itu diharapkan dapat mendorong daerah melakukan percepatan vaksinasi.

"Pemerintah berharap, penambahan indikator ini menjadi pemicu motivasi daerah melakukan percepatan vaksinasi daerah," ujarnya.

Ia menambahkan penambahan indikator itu juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Ia mengatakan penambahan indikator itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Berdasarkan instruksi mendagri itu, indikator vaksinasi untuk penetapan level kabupaten kota melingkupi dua aspek, yaitu capaian vaksinasi pada populasi umum maupun lansia.

"Kedua target ini berdiri bersamaan tidak terpisah sehingga jika tidak bisa dicapai keduanya maka level daerah harus naik," papar Wiku.

Dalam aturan itu disebutkan, syarat perubahan PPKM daerah level 3 menjadi level 2 yaitu minimal melakukan vaksinasi dosis satu kepada 50 persen penduduk secara umum, dan dosis satu kepada 40 persen penduduk lanjut usia (lansia) atau lebih dari 60 tahun.

Syarat perubahan PPKM daerah level 2 menjadi level 1, yaitu minimal melakukan vaksinasi dosis satu kepada 70 persen penduduk secara umum dan dosis satu kepada 60 persen penduduk lansia atau lebih dari 60 tahun.

"Setiap pemerintah daerah level 2 akan diberikan waktu selama dua minggu untuk mencapai target. Jika tidak tercapai dalam waktu yang diberikan maka akan ditetapkan sebagai daerah dengan level 3," katanya.

Melalui Inmendagri itu, jelas terlihat upaya pemerintah untuk mencapai target vaksinasi sesuai arahan WHO, yakni 40 persen populasi di setiap negara di akhir tahun 2021 dan selanjutnya bertambah menjadi 70 persen populasi di pertengahan tahun 2022.

Tantangan

Karakteristik demografis dan geografis Indonesia menjadi suatu tantangan sekaligus keistimewaan bagi Indonesia dalam melaksanakan program vaksinasi COVID-19.

Salah satu tantangannya ialah menjangkau daerah terpencil dan daerah perbatasan untuk mendistribusikan vaksin COVID-19.

Selain kondisi geografis, tata kelola distribusi vaksin COVID-19 juga perlu mendapat perhatian khusus dalam pendistribusiannya.

Namun, jika Indonesia mampu melaksanakan program vaksinasi COVID-19 dengan baik maka tentunya akan memberikan pengaruh besar dalam pengendalian COVID-19 secara global.

Di sisi lain, program vaksinasi tentunya juga dapat meningkatkan imun di masyarakat sehingga dapat menangkal Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus dan berkembangnya varian baru.

Selain vaksinasi, perlu diingat juga bahwa disiplin protokol kesehatan dan menjaga pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment) di lapangan, tentunya tetap menjadi kunci penanganan pandemi.

Halaman :